oleh

Ini Alasan Luis Suarez Ingin Pindah


Secara terbuka kepada The Guardian Luis Suarez memaparkan keinginan pindah dari Liverpool karena ingin aktif berkiprah di Liga Champions.

Suarez heran dengan tuduhan fans yang menganggap dirinya tidak setia. Striker internasional Uruguay itu merasa sudah memberikan kemampuan terbaik agar Liverpool finis di empat besar Liga Primer Inggris musim lalu. Bahkan tawaran bergabung dari “sebuah klub besar Eropa” musim lalu, disinyalir kuat Juventus, ditampik Suarez supaya bisa melakukannya dengan Liverpool. Sayangnya, keadaan tidak berjalan sesuai rencana.

“Saya sudah 26 tahun. Saya perlu bermain di Liga Champions. Saya sudah menunggu satu tahun dan tidak ada yang meragukan kalau saya sudah memberikan segalanya dengan rekan-rekan setim musim lalu supaya kami lolos ke kompetisi itu,” ujar Suarez.

“Bukannya saya minta pindah ke rival lokal. Saya tidak mau pindah ke klub yang tidak bermain di Liga Champions. Saya sudah beberapa kali mengungkapkan keinginan ini secara pribadi dan sekarang rasanya sudah waktunya untuk membawanya ke depan publik.”

“Saya harus mengutamakan karier. Orang bilang Liverpool layak memperoleh lebih banyak lagi dari kemampuan saya, tapi saya mengemas 50 gol dalam kurang dari 100 pertandingan dan sekarang mereka bisa menggandakan gaji saya selama ini.”

Sorotan media massa Inggris juga menjadi perhatian Suarez. Selain kontroversi yang beberapa kali dibuatnya di dalam lapangan, media juga mencari sorotan lain tentang kehidupan pribadi Suarez, termasuk “gerak-gerik istrinya saat berbelanja di supermarket”. Namun, bukan hal itu yang menjadi pendorong utama niatnya hijrah.

“Prioritas saya Liga Champions,” tandasnya sederhana.

“Ini tentang saya melakukan sesuatu yang tepat untuk karier saya dalam momen seperti ini.”

“Saya rasa saya sudah cukup melakukan banyak hal agar bisa bermain di Liga Champions dengan fase karier seperti saat ini. Sekarang ada opsi melakukannya dan saya ingin sekali menyambarnya. Saya lama bermain untuk Ajax Amsterdam tanpa mencicipi Liga Champions. Saya orang yang ambisius, saya ingin bermain di sana.”

Suarez mengatakan punya tempat istimewa bagi Liverpool di dalam hatinya.

“Liverpool akan selalu spesial buat saya, anak perempuan saya lahir di sini. Tahun lalu merupakan momen pembuktian kesetiaan saya untuk Liverpool dan saya melakukannya. Liverpool memberi saya kesempatan di Inggris dan membela saya selama masa skorsing. Saya tahu saya pernah membuat kesalahan selama di sini, tapi saya sering meminta maaf,” sambungnya.

“Ini semua bukan masalah itu. Ini soal apa yang dijanjikan klub baik secara lisan maupun dalam kontrak yang sekarang tidak mereka hormati.”

“Orang boleh menuduh saya tidak setia, tapi musim lalu kami bilang ke Liverpool ada minat dari sebuah klub top Eropa, tapi mereka bilang, ‘Kita kedatangan pelatih baru dan kita akan berjuang mencapai Liga Champions’.”

“Saya sering mengobrol dengan Brendan Rodgers dan dia bilang, ‘Bertahan semusim lagi dan pegang kata-kata saya kalau kita tidak lolos saya sendiri yang memastikan kalau kamu boleh pindah’.”

“Liverpool klub dengan reputasi mengurus segalanya dengan baik. Saya hanya ingin agar mereka menjalankan janji yang mereka berikan tahun lalu. Beberapa rekan setim bilang, ‘Kami tidak mengerti kalau kamu tidak bisa pindah padahal sudah menandatangani kontraknya’.”