oleh

Tidak boleh ada agenda sepakbola di Jatim

Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Arema Indonesia akan berusaha melobi kepolisian daerah (Polda) Jawa Timur agar mendapatkan izin untuk menggelar laga kandang melawan Barito Putra dan Persiba Balikpapan dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2012/13.

Adanya pemilihan gubernur Jatim (Pilkada) pada 29 Agustus membuat Polda Jatim belum memberikan izin. Dari rilis Badan Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Jatim, pihak kepolisian memberikan konsentrasi keamanan kepada Pilkada, sehingga mulai 21 hingga 29 Agustus tidak boleh ada agenda sepakbola di Jatim.

Tentu saja, kondisi itu membuat laga melawan Barito Putra pada 21 Agustus, dan Persiba (24/8) terancam tidak bisa diselenggarakan di stadion Kanjuruhan. Ketua panpel Arema Abdul Haris menyatakan pihaknya berusaha keras untuk melobi pertandingan. Sebab, laga Arema sendiri tidk bersinggungan langsung dengan Pilkada, karena digelar lima hari sebelumnya.

“Memang belum mendapatkan izin, namun kami terus berupaya agar pertandingan itu terlaksana sesuai dengan jadwal, sebab akan menggangu jadwal tim secara keseluruhan. Belum lagi dengan mental para pemain yang bisa jadi juga bakal terkena imbas,” kata Abdul Haris ketika dikonfirmasi.

Panpel Arema memastikan jika laga melawan Persiba dan Barito bisa dijamin keamanannya. Apalagi berdasarkan sejarah pertemuan dengan kedua tim itu tidak pernah ada kerusuhan yang melibatkan suporter, termasuk di tahun 2009, dimana Persiba berhasil mengalahkan Arema di Kanjuruhan.

“Kita semua berharap laga tetap dilaksanakan, dan semoga ada dispensasi,” urainya.

Namun bisa jadi keinginan panpel Arema bakal bertepuk sebelah tangan. Sebab, dalam banyak kejadian di daerah lain, seringkali adanya pilkada membuat sejumlah laga tertunda, atau bisa dilangsungkan tepat waktu namun dengan catatan tim tuan rumah memindahkan kandangnya di luar daerah.