by

Saul Niguez Mimpi Buruk Bagi Gawang Klub-Klub Asal Jerman

Tembakan kaki kiri gelandang Atletico Madrid Saul Niguez kembali memakan korban. Lagi-lagi, tim asal Jerman harus merasakan gawangnya dibobol Saul dengan cara brilian.

Pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Bayer Leverkusen kontrak Atletico Madrid di BayArena, Selasa (21/2/2017), Saul membuka keunggulan tim tamu pada menit ke-17.

Memiliki kaki kidal tak membuat Saul kikuk saat mengolah bola dari sisi kanan penyerangan. Setelah melewati hadangan Kevin Kampl dan Aleksandar Dragovic, Saul melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di gawang Leverkusen.

Kiper Leverkusen yang juga pemain tim nasional Jerman, Bernd Leno, dibuat mati kutu. Leno tak mengira tembakan Saul yang sempat sedikit mengenai kaki Dragovic membuatnya terperangah melihat bola menggetarkan jala.

Gol pembuka itu tak lantas membuat Saul terjebak dalam euforia. Pemain asal Spanyol itu menilai hal terpenting Atletico Madrid meraih kemenangan dalam laga tersebut.

“Ini kemenangan yang luar biasa. Namun, mereka mencetak dua gol dengan cara bermain kami. Kami sedikit kesulitan, tetapi gol keempat membuat kami bisa sedikit menghela napas,” kata Saul.

“Tim asal Jerman tidak mudah menyerah. Saat mencetak gol, mereka akan lebih percaya diri. Pertandingan kedua nanti bisa lebih sulit,” lanjut Saul.

Aksi individu Saul yang diteruskan tembakan melengkung indah mengingatkan banyak orang dengan golnya ke gawang Bayern Munchen, Rabu (27/4/2016). Pada leg pertama semifinal Liga Champions musim lalu, Saul mencetak gol semata wayang dengan cara yang hampir serupa ke sarang Leno.

Gol Saul beberapa bulan lalu itu bahkan menjadi satu di antara sepuluh gol terbaik versi FIFA pada 2016. Sayangnya, Saul tidak merebut penghargaan Puskas Award karena kalah perolehan suara dari sang pemenang, Mohd Faiz Subri, dari Malaysia.

Kendati demikian, Saul telah membuktikan sebagai pemain muda potensial milik Spanyol. Saul juga menjadi mimpi buruk bagi gawang klub-klub asal Jerman.