oleh

Nonton Live Torino vs Milan 09 Des, Jadwal & Prediksi Skor

Prediksi Torino vs Milan 9 Desember 2025: Misi Rossoneri Menaklukkan Benteng Turin

Turin – Stadio Olimpico Grande Torino akan menjadi saksi duel penutup pekan ke-15 Serie A musim 2025/2026 pada Selasa dini hari, 9 Desember 2025. Tuan rumah Torino, yang dikenal dengan julukan Il Toro, akan menjamu raksasa Italia, AC Milan, dalam laga yang diprediksi berjalan alot dan penuh adu fisik.

Bagi AC Milan, lawatan ke Turin bukan sekadar laga tandang biasa. Stadion ini kerap menjadi batu sandungan bagi ambisi Rossoneri dalam beberapa musim terakhir. Di sisi lain, Torino di bawah asuhan pelatih Paolo Vanoli bertekad mempertahankan reputasi mereka sebagai tim yang sulit dikalahkan di kandang, sekaligus mengintip peluang menembus zona Eropa.

Jadwal Pertandingan

Informasi berikut adalah jadwal resmi untuk memastikan pemirsa dapat menyaksikan laga ini tepat waktu:

  • Kompetisi: Serie A Liga Italia 2025/2026 (Giornata 15)

  • Pertandingan: Torino FC vs AC Milan

  • Hari: Selasa Dini Hari

  • Tanggal: 9 Desember 2025

  • Waktu: Pukul 02.45 WIB

  • Stadion: Stadio Olimpico Grande Torino, Turin

  • Siaran: Layanan streaming resmi Serie A


Preview Kondisi Tim dan Berita Terkini

Torino: Organisasi Pertahanan Solid

Torino memasuki bulan Desember 2025 dengan performa yang cukup stabil di papan tengah. Paolo Vanoli telah berhasil menanamkan sistem 3-5-2 yang sangat disiplin. Kekuatan utama Il Toro terletak pada lini tengah yang agresif, dimotori oleh Samuele Ricci dan Ivan Ilic. Kedua pemain ini berfungsi sebagai filter pertama serangan lawan sekaligus inisiator transisi cepat.

Kabar tim menyebutkan bahwa Duvan Zapata, sang kapten dan ujung tombak veteran, berada dalam kondisi fit untuk memimpin lini depan bersama penyerang Skotlandia, Che Adams. Kehadiran Zapata sangat krusial mengingat kemampuan fisiknya dalam menahan bola (hold-up play) akan menjadi kunci untuk melepaskan tekanan dari pressing tinggi Milan. Namun, Torino harus waspada di sektor bek sayap kiri, di mana mereka kerap kecolongan saat menghadapi pemain sayap cepat.

AC Milan: Mencari Konsistensi di Laga Tandang

Di kubu tamu, AC Milan asuhan Paulo Fonseca datang dengan motivasi tinggi usai hasil positif di Liga Champions tengah pekan lalu. Namun, konsistensi di Serie A masih menjadi pekerjaan rumah, terutama saat menghadapi tim dengan blok pertahanan rendah dan fisik kuat seperti Torino.

Rafael Leao tetap menjadi tumpuan utama serangan. Pemain Portugal ini diharapkan bisa mengeksploitasi ruang di sisi kanan pertahanan Torino. Kabar baik bagi Milan adalah kembalinya Ismael Bennacer ke dalam skuad setelah pemulihan cedera ringan, memberikan opsi rotasi di lini tengah untuk menemani Youssouf Fofana dan Tijjani Reijnders. Di lini belakang, Strahinja Pavlovic diprediksi akan berduet dengan Fikayo Tomori untuk meredam kekuatan fisik penyerang Torino.


Head-to-Head (H2H) dan Statistik

Rekor pertemuan kedua tim di Turin menunjukkan bahwa Milan sering kesulitan membawa pulang tiga poin penuh. Torino memiliki tradisi menyulitkan tim-tim besar di kandang sendiri.

5 Pertemuan Terakhir (Semua Kompetisi):

  • 24/05/2025: Milan 3-1 Torino (Serie A)

  • 11/01/2025: Milan 0-1 Torino (Coppa Italia)

  • 18/08/2024: Milan 2-2 Torino (Serie A)

  • 19/05/2024: Torino 3-1 Milan (Serie A)

  • 11/02/2024: Milan 1-0 Torino (Serie A)

Statistik Kunci Jelang Laga:

  • Torino mencatatkan 4 clean sheet dalam 7 laga kandang musim ini.

  • AC Milan memiliki rata-rata penguasaan bola 56% di laga tandang, namun sering rentan terhadap serangan balik.

  • Pertemuan terakhir di Turin pada Mei 2024 berakhir dengan kekalahan Milan 1-3, menjadi peringatan keras bagi Fonseca.


Prediksi Susunan Pemain (Starting XI)

Kedua pelatih diprediksi menurunkan skuad terbaik mengingat pentingnya poin di fase krusial sebelum libur musim dingin.

Torino (3-5-2):

  • Kiper: Vanja Milinkovic-Savic

  • Bek: Saul Coco, Guillermo Maripan, Adam Masina

  • Gelandang: Valentino Lazaro, Samuele Ricci, Karol Linetty, Ivan Ilic, Borna Sosa

  • Penyerang: Che Adams, Duvan Zapata

  • Pelatih: Paolo Vanoli

AC Milan (4-2-3-1):

  • Kiper: Mike Maignan

  • Bek: Emerson Royal, Fikayo Tomori, Strahinja Pavlovic, Theo Hernandez

  • Gelandang Bertahan: Youssouf Fofana, Tijjani Reijnders

  • Gelandang Serang: Christian Pulisic, Ruben Loftus-Cheek, Rafael Leao

  • Penyerang: Alvaro Morata

  • Pelatih: Paulo Fonseca


Analisis Taktik: Kunci Kemenangan

Pertarungan Sisi Sayap (Flank Battle)

Laga ini akan sangat ditentukan di sisi sayap. Milan memiliki salah satu sisi kiri terbaik di dunia dengan kombinasi Theo Hernandez dan Rafael Leao. Mereka akan berhadapan langsung dengan wing-back kanan Torino (kemungkinan Valentino Lazaro) dan bek tengah kanan (Saul Coco). Jika Torino gagal melakukan double marking terhadap Leao, Milan akan dengan mudah menembus kotak penalti. Sebaliknya, jika Theo terlalu asyik menyerang, ruang kosong di belakangnya bisa dieksploitasi oleh serangan balik Torino.

Dominasi Lini Tengah

Torino menumpuk tiga gelandang sentral plus dua pemain sayap yang bisa masuk ke dalam, menciptakan keunggulan jumlah (overload) di tengah melawan dua pivot Milan (Fofana dan Reijnders). Ruben Loftus-Cheek harus rajin turun membantu pertahanan agar Milan tidak kalah jumlah di area vital ini. Peran Tijjani Reijnders sebagai box-to-box akan sangat krusial untuk memecah garis pertahanan Torino melalui dribel atau operan terobosan.

Bola Mati dan Fisik

Torino adalah tim yang sangat berbahaya dalam situasi bola mati (set-pieces) berkat postur tinggi pemain seperti Milinkovic-Savic, Zapata, dan Maripan. Milan, yang terkadang lemah dalam antisipasi bola udara, harus meminimalisir pelanggaran di sekitar area kotak penalti sendiri.


Prediksi Skor Akhir

Torino di kandang adalah tim yang pragmatis dan keras kepala. Mereka tidak akan keberatan memberikan penguasaan bola kepada Milan dan menunggu momen serangan balik. Milan memiliki kualitas individu yang lebih baik, namun sejarah membuktikan mereka sering frustrasi di Stadio Olimpico.

Melihat tren pertahanan Torino yang solid dan kelelahan Milan pasca laga Eropa, hasil imbang sangat mungkin terjadi. Namun, faktor pembeda seperti Rafael Leao atau Christian Pulisic bisa memberikan kemenangan tipis bagi tim tamu jika mereka bermain efisien.

Prediksi Skor: Torino 1-2 AC Milan (atau Imbang 1-1).


Profil Pemain Bintang: Tijjani Reijnders

Laga ini juga menjadi panggung bagi Tijjani Reijnders, gelandang berdarah Indonesia yang kini menjadi nyawa permainan AC Milan. Berikut adalah profil lengkap dan perjalanan kariernya.

Biodata Lengkap

Atribut Detail
Nama Lengkap Tijjani Reijnders
Tempat, Tanggal Lahir Zwolle, Belanda, 29 Juli 1998
Usia 27 Tahun
Kewarganegaraan Belanda 🇳🇱 (Memiliki darah Indonesia)
Tinggi Badan 185 cm
Posisi Gelandang Tengah (Central Midfielder)
Kaki Dominan Kanan
Klub Saat Ini AC Milan
Nomor Punggung 14
Bergabung Sejak Juli 2023
Kontrak Hingga Juni 2028

Biografi Kronologis

Masa Kecil dan Awal Karier di Belanda

Tijjani lahir di Zwolle dari ayah Belanda, Martin Reijnders (mantan pesepakbola profesional), dan ibu berdarah Indonesia (Maluku). Darah sepak bola mengalir deras dalam dirinya. Ia memulai pendidikan sepak bolanya di akademi FC Twente sebelum pindah ke CSV ’28 dan kemudian PEC Zwolle. Debut profesionalnya terjadi pada tahun 2017 bersama PEC Zwolle.

Perjuangan di AZ Alkmaar

Karier Tijjani tidak instan melejit. Ia sempat bermain untuk tim cadangan (Jong AZ) dan dipinjamkan ke RKC Waalwijk pada 2020 untuk mendapatkan jam terbang. Titik baliknya terjadi pada musim 2021/2022 dan 2022/2023 di AZ Alkmaar. Di bawah asuhan Pascal Jansen, ia bertransformasi menjadi gelandang modern yang komplet: memiliki stamina luar biasa, visi passing tajam, dan kemampuan dribel membelah pertahanan lawan. Performanya membawa AZ menembus semifinal UEFA Europa Conference League.

Hijrah ke San Siro dan Status Bintang

Pada musim panas 2023, AC Milan merekrutnya dengan biaya sekitar €20 juta. Banyak yang meragukan apakah ia bisa menggantikan peran Sandro Tonali yang hengkang. Namun, Tijjani menjawab dengan performa elegan. Ia menjadi pemain yang hampir tak tergantikan di lini tengah Rossoneri, dikenal dengan julukan “Power Reijnders” karena daya jelajahnya yang tak kenal lelah.

Pada level internasional, meskipun memiliki opsi membela Timnas Indonesia, Tijjani memilih membela Timnas Belanda (Oranje) dan telah menjadi bagian penting skuad Ronald Koeman, termasuk tampil di Euro 2024. Meski demikian, ia tetap menghormati dan bangga akan warisan darah Indonesianya, yang membuatnya sangat populer di kalangan fans Milanisti Indonesia.

Gaya Bermain

Tijjani adalah tipe gelandang box-to-box modern. Kelebihan utamanya adalah progressive carry (membawa bola ke depan) yang efektif untuk transisi serangan. Ia juga memiliki tembakan jarak jauh yang akurat dan kecerdasan dalam menempatkan posisi (positioning) untuk memotong serangan lawan.


FAQ (Pertanyaan Umum)

Berikut adalah pertanyaan yang sering diajukan mengenai laga ini dan profil pemain terkait:

1. Kapan dan di mana laga Torino vs Milan berlangsung?

Pertandingan digelar pada Selasa dini hari, 9 Desember 2025, pukul 02.45 WIB di Stadio Olimpico Grande Torino, Turin.

2. Siapa pemain Milan yang harus diwaspadai Torino?

Selain Rafael Leao, Christian Pulisic dan Tijjani Reijnders adalah ancaman utama. Pulisic dengan pergerakannya di antara lini, dan Reijnders dengan tusukan dari lini kedua.

3. Apakah Tijjani Reijnders memiliki darah Indonesia?

Ya, Tijjani Reijnders memiliki darah Indonesia dari garis ibunya yang berasal dari kepulauan Maluku. Namun, secara kewarganegaraan dan karier tim nasional, ia memilih membela Belanda.

4. Bagaimana rekor Milan saat bermain di kandang Torino?

Dalam lima tahun terakhir, Milan memiliki rekor yang kurang impresif saat bertandang ke markas Torino, sering kali mengalami kekalahan atau hasil imbang karena kesulitan menembus pertahanan fisik tuan rumah.

5. Di posisi berapa Torino dan Milan di klasemen saat ini?

Hingga pekan ke-14 musim 2025/2026, Milan berada di persaingan 4 besar (Zona Liga Champions), sementara Torino berada di papan tengah (posisi 8-10) namun masih berjuang untuk zona kompetisi Eropa.


Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan data statistik tim, jadwal kompetisi, dan informasi pemain terbaru hingga 7 Desember 2025. Perubahan taktik, cedera mendadak, atau penundaan jadwal dapat terjadi sewaktu-waktu.