oleh

Lukas Podolski Sebenarnya tak Mau Meninggalkan Arsenal, tapi Kenapa Akhirnya Pindah?

Penyerang asal Jerman Lukas Podolski mengaku ia sebenarnya tak ingin meninggalkan Arsenal pada tahun 2015 silam namun terpaksa melakukannya karena ia tak mendapat jatah bermain secara reguler.

Podolski direkrut oleh Arsenal pada tahun 2012 silam. The Gunners tertarik memboyongnya setelah melihatnya tampil impresif bersama Cologne di Jerman.

Ia juga tampil apik ketika membela timnas Jerman. Arsenal kemudian memberikannya kontrak jangka panjang dan nominal transfernya dirahasiakan.

Akan tetapi manajer Arsenal saat itu yakni Arsene Wenger, nampaknya kesulitan untuk menemukan posisi terbaiknya. Alhasil ia cuma bisa menjadi starter sebanyak 39 kali saja selama tiga tahun membela klub London tersebut.

Podolski kemudian sempat dipinjamkan ke Inter Milan pada Januari 2015. Dan pada musim panas, ia pindah permanen ke Galatasaray.

Lukas Podolski kemudian mengungkapkan bahwa ia sebenarnya merasa bahwa ia telah tampil apik. Bahkan ia bisa menyumbangkan beberapa gol.

Akan tetapi hal itu entah mengapa tak membuat Arsene Wenger memainkannya secara reguler. Hal ini akhirnya mulai membuat Podolski memikirkan ulang masa depannya di Arsenal.

“Selalu ada beberapa hal,” buka Podolski pada situs resmi Arsenal.

“Anda tidak bahagia karena Anda tidak bermain, mungkin pelatih tidak senang karena Anda tidak bermain sesuai keinginannya. Mungkin ia melihat pemain lain di atas Anda?”

“Saya tidak tahu. Saya memiliki beberapa permainan yang saya mainkan dengan sangat baik, saya mencetak gol atau bermain dengan baik dan pertandingan berikutnya saya duduk di bangku lagi. Itu sebabnya saya mulai berpikir, ‘Saya harus mengubah ini situasi’,” terangnya.

Lukas Podolski mengaku ia sebenarnya sangat betah dan nyaman di Arsenal. Ia bahkan sebenarnya tak ingin pergi dari klub tersebut.

“Saya berpikir saya siap untuk Arsenal, saya berpikir saya siap untuk starting XI atau tampil lebih awal, tetapi tidak seperti itu,” ucap Podolski.

“Untuk alasan apa pun kadang-kadang terjadi seperti itu di sepakbola atau olahraga dan itulah sebabnya saya memutuskan untuk pindah. Ini adalah kehidupan, ini adalah olahraga, saya tidak ingin tetapi saya harus melakukannya karena saya ingin bermain sepak bola. Saya ingin menjadi di lapangan tetapi saya ingin sekali tinggal di Arsenal selama beberapa tahun lagi karena saya merasa benar-benar hebat di sana,” akunya.

“Tim, hal-hal di sekitar tim dan semua orang di klub sangat ramah – seperti keluarga. Penggemar hebat, kota besar, stadion – semuanya! Saya benar-benar menikmatinya tetapi pada akhirnya itu seperti itu,” keluhnya.

Lukas Podolski juga mengaku ia sebenarnya sempat mencoba membahas masalah yang dialaminya dengan Arsene Wenger. Akan tetapi hal tersebut sia-sia saja.

“Saya telah melakukan beberapa pembicaraan dengan Arsene tentang situasi saya dan saya mengatakan kepadanya, ‘Saya ingin bermain, saya ingin jadi starter’ dan tentu saja, ia adalah pelatihnya,” ucapnya.

“Ia harus memutuskan, ia tidak bisa menjanjikan pemain bonus atau untuk selalu bermain. Tidak ada pelatih yang memberi Anda hal itu. Jadi saya memutuskan sendiri untuk maju,” tandas Podolski.