oleh

John Barnes

Nicolas Pepe menegaskan dirinya bertekad untuk menghidupkan kariernya yang redup di Arsenal sekarang ini.

Pepe direkrut oleh Arsenal dari Lille pada tahun 2019 silam. The Gunners mengeluarkan dana mencapai 72 juta pounds untuk memboyongnya dari Prancis ke Inggris.

Ia pun jadi pemain termahal yang pernah direkrut Arsenal. Akan tetapi Pepe merupakan pembelian yang gagal.

Pepe akhirnya cuma sering jadi penghuni bangku cadangan. Ia bahkan kalah bersaing dengan Bukayo Saka.

Musim lalu saja di Premier League, Nicolas Pepe mendapat kans bermain yang minim. Ia hanya dimainkan lima kali saja di liga.

Pepe hanya menyumbang satu gol dan satu assist saja. Hal ini membuat masa depannya di Arsenal jadi tanda tanya besar.

Pepe pun dikabarkan berpeluang cabut dari Arsenal pada musim panas 2022 ini. Sejumlah klub dikaitkan dengan pemain kidal tersebut.

Dari Inggris, ada nama Leeds United dan Newcastle. Lalu dari Spanyol ada Sevilla.

Di tengah kabar keteidakjelasan soal masa depannya di Arsenal, Nicolas Pepe angkat bicara. Ia bertekad untuk menghidupkan kariernya di Emirates Stadium.

Ia bertekad untuk meyakinkan Mikel Arteta musim depan. Hal tersebut diungkapkannya via unggahan di akun media sosialnya di Instagram.

“Saya bekerja keras selama musim panas. Mengubah banyak hal,” kata Pepe dalam postingan di akun Instagram-nya.

“Saya fokus dan bertekad dengan Arsenal dan rekan satu tim saya.”

Legenda Liverpool John Barnes pernah memberikan saran pada Nicolas Pepe. Ia menyarankannya agar cabut saja dari Arsenal karena skema main Mikel Arteta tak cocok baginya.

John Barnes menilai Nicolas Pepe tidak cocok dengan gaya bermain Arsenal. Karena itu, Barnes menyarankan pemain berusia 26 tahun tersebut untuk berpisah dengan The Gunners.

“Gaya sepak bola di Arsenal jelas tidak cocok dengan Nicolas Pepe seperti saat di Lille,” kata John Barnes kepada BonusCodeBets.

“Sebagai pemain, Anda harus menemukan klub yang cocok untuk Anda. Tidak apa-apa mengatakan seorang pemain harus pindah, tetapi jika ia punya kontrak, Anda tidak bisa selalu menjualnya jika mereka tidak mau pergi. Dan sama, pemain tidak bisa memaksa klub untuk menjualnya,” tutur Barnes.