by

Ini 10 Tokoh Dibenci Di Dunia Sepak Bola, Ada Ronaldo dan Maurinho

Ronaldo dan Jose Mourinho secara mengejutkan masuk dalam Daftar Tokoh Dibenci Di Dunia Sepak Bola. Ada 10 nama dalam daftar tersebut.

Ronaldo kemarin harus menahan emosinya setelah harganya turun dan bahkan lebih murah daripada harga Son Heung-Min. Pagi ini hari Selasa (28/4) dirinya kembali harus ekstra menahan kesabaran setelah dilaporkan FourFourTwo masuk dalam daftar tokoh sepak bola yang dibenci publik dan hal itu bukan tanpa alasan.

FourFourTwo telah menyusun daftar orang-orang terkenal di dunia sepak bola yang paling dibenci pecinta bola. Bukan nama-nama biasa, daftar tersebut mencantumkan banyak tokoh bola terkenal seperti Jose Mourinho, Michel Platini dan bahkan sang bintang klub Liga Italia Juventus.

10 tokoh sepak bola yang paling dibenci, termasuk Ronaldo:

  • Sepp Blatter
  • Jose Mourinho
  • Harald Schumacher
  • Michel Platini
  • Richard Keyes
  • CR7
  • Luciano Modzhi
  • El-Hadji Diouf
  • Pete Winkelman
  • John Terry

Jose Mourinho. Sang pelatih Tottenham Hotspur menduduki tangga kedua dibenci, karena skandal dengan mantan dokter Chelsea, Eva Carneiro. Ia juga dibenci karena tidak mendapatkan beberapa pemain yang di kemudian hari malah menjadi pemain bintang dan membuat kesal fans karena taktik parkir bus sang manajer.

Mourinho dan Eva mulai ribut sejak Agustus 2015 saat Mourinho memarahi Eva yang masuk ke lapangan tanpa seizinnya. Eva sendiri beralasan ia masuk ke lapangan untuk menolong Eden Hazard. Ia dan koleganya, Jon Fearn, secara mengejutkan dipecat dari Chelsea setelah insiden tersebut. Eva dan Fearn tidak terima dan balik menuntut Mourinho dan Chelsea.

Pengadilan terbuka sempat digelar setelah tawaran damai Chelsea dan Mourinho ditolak kubu Eva. Saat situasi tengah memanas, kedua belah pihak akhirnya malah sepakat untuk berdamai dan tidak melanjutkan proses pengadilan.

Soal taktik parkir bus jelas sudah menjadi ciri khas sang manajer yang bahkan masih ia bawa dari era melatih Chelsea hingga memoles Tottenham Hotspur. Meski kerap membuatnya menang, namun cara seperti ini tidak menghibur dan bahkan tidak disukai juga oleh suporter timnya.

Harald Schumacher. Ia adalah mantan kiper Timnas Jerman yang menyebabkan cedera parah pemain Timnas Perancis, Battiston, di semifinal Piala Dunia 1982 silam. Lengan kanan Schumacher menghantam Battiston dengan keras tepat di kepala hingga sang pemain terjatuh dengan 2 gigi patah plus 3 tulang rusuk yang juga retak.

Saat laga memasuki menit ke-57 Patrick Battiston yang baru masuk 10 menit dari bangku cadangan terlihat berlari mengejar umpan Michel Platini. Sementara itu, kiper Jerman Harald Schumacher keluar dari sarangnya untuk meladeni serangan Prancis. Battiston masih sempat melepaskan tembakan dengan kaki kirinya. Schumacher menerjang dan mengarahkan tangannya ke kiri atas demi menghalau bola. Usaha itu gagal dan lengan kanannya malah menghantam kepala Battiston dengan keras.

Battiston terjatuh dan tidak bergerak di lapangan saat Schumacher malah bersikap biasa saja dengan kembali melanjutkan pertandingan. Parahnya, tim medis sempat 3 menit terlambat masuk lapangan akibat terhalang polisi yang berdiri di tepi lapangan. Platini sampai harus diberikan bantuan oksigen dari tim medis. Sikap masa bodoh Schumacher membuat penonton emosi dan terus mengejeknya setiap menyentuh bola hingga akhir pertandingan.

Michel Platini dan Sepp Blatter. Kedua orang ini tidak bisa dipisahkan dari kasus korupsi yang mencoreng dunia sepak bola. Platini merupakan mantan Presiden UEFA yang dibenci akibat kasus korupsi hingga membuat Qatar terpilih menjadi tuan rumah gelaran Piala Dunia 2022. Ia bahkan sudah dikaitkan dengan kasus ini sejak tahun 2015 dengan tuduhan menerima uang suap dari Presiden FIFA Sepp Blatter demi memenangkan Qatar.

Ia terlibat dalam kasus penyelewengan finansial FIFA oleh Sepp Blatter berdasarkan penyelidikan Kejaksaan Agung Swiss pada tahun 2010 silam. Hasil penyelidikan itu pada bulan September 2015 menemukan kontrak yang ditandatangani Blatter dan Caribbean Football Union, plus dugaan pembayaran senilai 2 juta dolar untuk Platini pada bulan Februari 2011 saat dirinya masih menjadi Presiden UEFA.

Komite Etik FIFA lantas menilai uang yang dibayarkan Sepp Blatter kepada Platini adalah hasil tindakan korupsi. Sepp Blatter membantah dan menganggapnya sebagai bayaran untuk Platini sebagai konsultan bagi dirinya. Memasuki bulan Oktober 2015 Keduanya lantas dihukum Komite Etik FIFA tidak boleh berkegiatan di sepak bola selama 90 hari.

Pada 21 Desember 2015, pihak FIFA menghukum keduanya selama 8 tahun karena kasus tudingan uang korupsi itu. Memasuki tahun 2016, hukuman keduanya dikurangi menjadi 4 tahun setelah banding keduanya ditolak FIFA. Tiga tahun kemudian Platini ditangkap Kepolisian Perancis atas keterlibatan di kasus korupsi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Penangkapan Platini tak lepas dari hasil penyelidikan panjang mantan jaksa Amerika Serikat Michael J. Garcia pada 2012. Pada September 2014 Garcia memberikan laporan penyelidikan kepada FIFA melalui Ketua Pengadilan Etik FIFA, Hans-Joachim Eckert. Platini menolak berikan komentar, namun The Telegraph melaporkan jika Platini mengakui 30 hingga 50 pertemuan dengan Presiden AFC saat itu, Mohamed bin Hammam, beberapa hari sebelum ia memberikan suara untuk Qatar.

Platini juga dilaporkan sarapan bersama petinggi sepak bola Qatar di sebuah hotel di negara Swiss. Platini mengaku kaget ketika diundang Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy, di Istana Elysee untuk bertemu dengan Pangeran Qatar Tamim bin Hamad Al-Thani pada tangga; 20 November 2010. Belakangan saat pemungutan suara pada 2 Desember 2010, Rusia dan Qatar akhirnya terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010 serta 2022.

Setelah pemilihan Presiden FIFA 2011, Qatar Sports Investment lantas membeli klub idola Sarkozy, Paris Saint-Germain. Tak lama setelah pembelian itu, beberapa pejabat tinggi FIFA dilaporkan memiliki kaitan dengan aliran uang yang berasal dari Qatar.

Richard Keys. Keys merupakan jurnalis sepak bola yang lebih sering menulis dengan tema-tema seksis yang mengganggu pembaca. Ia kerap merendahkan wanita yang dianggap tidak tahu soal dunia sepak bola.

Puncak kasus Richard Keys terjadi saat ia dan Andy Gray dipecat Sky Sports setelah mengomentari hakim garis perempuan bernama Sian Massey. Parahnya, kedua komentator itu mengira mikrofon mereka sudah mati saat mengomentari Massey. Gray mengejek Massey yang ia nilai tidak tahu soal aturan offside. Keys dengan santai menjawab jika Massey jelas tidak tahu, karena dia wanita. Ucapan sexist keduanya lantas viral hingga membuat Sky Sports murka dan memecat keduanya.

CR7. Sang superstar Juventus menduduki tangga 6 dibenci hanya karena dinilai terlalu narsis. Ia selalu memamerkan tubuh dan kegantengannya dalam setiap kesempatan, termasuk di akun Instagram pribadinya.

Luciano Modzhi. Modzhi merupakan mantan Direktur Jenderal Juventus yang menjadi salah satu tokoh utama dalam skandal calciopoli, yang terlibat pengaturan skor.

El-Hadji Diouf. Mantan striker Liverpool yang satu ini dibenci karena doyan meludahi orang lain, termasuk fans. Ia juga pernah berkelahi dengan legenda klub Jamie Carragher dan Steven Gerrard.

Pete Winkelman. Mantan Presiden Milton Keynes dons itu dibenci hanya karena pernah mengaku tidak tahu apa-apa soal dunia sepak bola.

John Terry. Peringkat paling buncit dihuni Terry yang dibenci karena terpeleset saat adu penalti dalam Final Liga Champions lawan Manchester United. Ia juga dibenci akibat hubungan cinta dengan istri mantan rekan setimnya sendiri Wayne Bridge.