Tito Vilanova: Terima Kasih Barcelona, Terima Kasih Semuanya

Mantan arsitek Barcelona Tito Vilanova menuliskan surat terbuka untuk mengucapkan terima kasih kepada klub Catalan dan fans yang memberinya dukungan menyusul pengunduran dirinya.

Pelatih 44 tahun memutuskan mundur sebagai pelatih Barca setelah hanya satu musim menggantikan Pep Guardiola. Itu setelah penyakit kanker tenggorokan yang dideritanya kambuh.

“Terima kasih Barca; terima kasih semuanya,” demikian tulis Vilanova.

“Setelah menjadi bagian tim selama lima tahun yang indah dan mewujudkan mimpi sebagai pelatih, saatnya tiba untuk menghadapi perubahan dalam kehidupan profesional saya dan fokus untuk melanjutkan [pengobatan] untuk penyakit yang saya derita sejak satu setengah tahun lalu.”

“Berdasarkan opini para dokter dan mengingat pengobatan yang harus saya ikuti, saya tidak bisa memberikan waktu yang dibutuhkan sebagai pelatih utama tim seperti Barcelona dan menjalankan tugas-tugas saya, tapi saya akan terus bekerja dekat klub yang sangat saya cintai.”

“Tidak mudah bagi saya untuk meninggalkan kumpulan pemain, rekan-rekan staf dan teman yang sangat istimewa ini, di mana saya berbagi banyak sekali pengalaman istimewa. Saya akan selalu berterima kasih atas semua yang telah anda berikan untuk saya dan saya telah menunjukkan hal itu.”

“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih secara khusus kepada Chairman, anggota Dewan dan semua dukungan direktur olahraga Andoni Zubizarreta atas kepercayaan yang diberikan dan, terutama, dukungan kepada saya, baik secara profesional maupun pribadi.”

“Kepada anda semua, anggota dan fans dari klub ini, saya juga ingin berterima kasih atas dukungan dan perhatian anda, bukan hanya pada saat ini tapi selama beberapa bulan terakhir. Saya merasa tenang, kuat dan saya akan menghadapi tahap baru dalam penyakit saya inii dengan penuh kepercayaan bahwa semuanya akan baik-baik saja.”

“Terima kasih kepada semua fans sepakbola, kolega, klub, atlet dan orang-orang yang tidak saya kenal atas pesan-pesan semangat anda yang telah menenangkan saya dan keluarga saya.”

“Saya tidak bisa mengakhiri surat ini tanpa mengucapkan semoga sukses untuk pelatih baru dari tim terbaik di dunia.”