Piala Super Eropa: Bayern Munich – Chelsea

Piala Super Eropa

Walau memilih negara berbeda sebagai destinasi karier setelah Spanyol, suratan takdir menggariskan Pep Guardiola dan Jose Mourinho berduel kembali dengan ajang Piala Super Eropa menjadi panggungnya.

Kedua pelatih bakal adu kecerdikan bersama tim baru masing-masing, atau dalam kasus Mourinho tim baru tapi lama, Bayern Munich dan Chelsea pada Jumat (30/8) malam di Eden Arena, Praha.

Rivalitas Pep dan Mou merupakan salah satu daya tarik utama gelaran Piala Super Eropa edisi ke-38 ini, tapi misi berbeda kedua klub juga tak kalah menonjol. Skuat The Bavarians mengusung tekad membalas kekalahan pahit di final Liga Champions 2011/12 di Allianz Arena dari The Blues, sementara sang lawan asal Inggris juga berhasrat menebus sakit hati mereka sendiri tahun lalu, saat mereka diempaskan Atletico Madrid 4-1 di ajang ini.

Tak hanya pembalasan dendam, Si Merah dari Jerman juga berambisi mengakhiri nasib malang mereka di laga yang mempertemukan dua jawara bertahan turnamen antarklub Benua Biru ini. Walau berstatus raksasa Eropa dengan koleksi lima trofi UCL, Bayern selalu terkapar di kompetisi ini.  Di tiga percobaan sebelumnya Bayern ditekuk Dynamo Kiev  pada 1975, Anderlecht (1976), dan terakhir Liverpool (2001). Pada 1974 The Bavarians sebagai kampiun Piala Champions mestinya bertanding melawan jawara Piala Winners FC Madgeburg, tetapi kedua tim tak dapat menemukan kesesuaian jadwal sehingga laga ditiadakan.

PRAKIRAAN SUSUNAN PEMAIN

 

BAYERN MUNICH
FC Bayern 

München
Neuer
Lahm, Boateng, Dante, Alaba 
Schweinsteiger
Robben, Muller, Gotze, Ribery
Mandzukic

CHELSEA
FC Bayern 

München
Cech
Ivanovic, Terry, Cahill, Cole
Ramires, Lampard
Schurrle, Oscar, Hazard
Torres

Peruntungan Chelsea sendiri lebih baik. Dari dua kesempatan, The Pensioners pernah sekali mencicipi nikmatnya mahkota juara Piala Super. Sebelum gagal tahun lalu, mereka sukses membungkam Real Madrid 1-0 di edisi 1998. Tetapi, kalau Chelsea sudah mengangkat trofi, tidak dengan Mourinho di level personal. The Special One berprestasi mengilap di Benua Biru berkat genggaman satu Piala UEFA plus sepasang titel Liga Champions, namun sejauh ini luput mencaplok Piala Super. Satu-satunya laga Piala Super yang dilakoni Mou, pada 2002 setelah membawa Porto menjuarai Piala UEFA, berujung kekalahan 1-0 dari AC Milan.

Di lain pihak, setelah ditekuk Borussia Dortmund di DFL-Supercup, Guardiola tak cuma berpeluang memenangi silverware perdana di balik kemudi Bayern, tapi juga mengharumkan namanya sebagai pelatih pertama yang merengkuh tiga gelar Piala Super Eropa. Dengan koleksi dua trofi bersama Barcelona pada 2009 dan 2011, Pep saat ini berdiri sejajar dengan Sir Alex Ferguson (Aberdeen pada 1983 dan Manchester United 1991), Carlo Ancelotti (Milan 2002, 2007), Louis van Gaal (Ajax 1995, Barcelona 1997), serta Arrigo Sacchi (Milan 1989, 1990).

Cukup soal sejarah dan misi yang diusung masing-masing kubu dan pelatihnya, bagaimana dengan kondisi skuat terkini?

Well, Bayern kehilangan Thiago Alcantara selama tujuh pekan ke depan akibat cedera engkel, namun mendapat berita baik dengan pulihnya Bastian Schweinsteiger. Sementara beberapa pilar yang disimpan, atau tidak dimainkan penuh, dalam hasil imbang 1-1 dengan tuan rumah Freiburg di Bundesliga, yaitu David Alaba, Jerome Boateng, Arjen Robben, Franck Ribery, Mario Mandzukic, Philipp Lahm, juga siap beraksi.

Sementara di sisi Chelsea, hanya bek tengah David Luiz yang mengisi daftar absensi karena lilitan problem hamstring. Mengingat eksperimen formasi tanpa striker di kandang Manchester United tak berjalan mulus, pria Portugal itu tampaknya akan meninggalkannya dan mungkin menurunkan Fernando Torres sebagai starter.

TAHUKAH ANDA?
  • Kemenangan 2-1 atas Dortmund di Wembley menjadikan Bayern tim pertama setelah AC Milan (1993, 1994) yang menjuarai Liga Champions setelah musim sebelumnya kalah di final.
  • Sementara itu, keberhasilan Chelsea memenangi Liga Europa 2013 menahbiskan mereka sebagai klub keempat setelah Juventus, Ajax Amsterdam. dan Bayern yang mampu merengkuh trofi di tiga kejuaraan utama UEFA: Liga Champions, Liga Europa (dulu Piala UEFA). dan Piala Winners yang sekarang sudah dihapuskan.
  • Termasuk laga di Allianz Arena tahun lalu. kedua klub sudah tiga kali bertemu di ajang kompetitif. Sepasang pertemuannya terjadi di babak perempat-final Liga Champions 2004/05. Saat itu Chelsea besutan Mourinho mengalahkan Bayern arahan Felix Magath 4-2 di Stamford Bridge sebelum menyerah 3-2 di Jerman, tapi tetap lolos dengan keunggulan agregat 6-5.
  • Bayern punya rekor buruk kala berhadapan dengan utusan Inggris dalam partai final sebuah kejuaraan Eropa. Mereka tumbang empat kali dan hanya sekali menang. Namun bila ditinjau secara keseluruhan catatan mereka terbilang positif: menang 14 kali, seri 13, dan kalah 11 sekali dengan selisih gol 55 berbanding 47.
  • Chelsea secara overall sudah melewati 14 pertandingan melawan wakil Jerman dengan rekor M7 S3 K4 dan selisih gol 19-11, sementara khusus untuk laga puncak di kompetisi Eropa mereka selalu sukses keluar sebagai kampiun dalam dua percobaan. Sebelum membungkam Bayern tahun lalu, The Blues mengatasi VfB Stuttgart 1-0 di final Piala Winners 1998 berkat gol tunggal Gianfranco Zola.
  • Sejauh ini telah tergelar selusin pertandingan final ajang Eropa antara klub Jerman dan Inggris. Inggris pantas menepuk dada dengan mengepak sepuluh kemenangan, sedangkan utusan Bundesliga cuma berjaya dua kali.
  • Guardiola dan Mourinho total telah 15 kali mengadu kebolehan meracik strategi. Hasilnya? Pep memimpin dengan tujuh kemenangan berbanding tiga kepunyaan Mou, tetapi pertarungan terakhir menghasilkan kemenangan untuk skuat besutan Mou, tepatnya kala Real Madrid membekap Barca 2-1 di Camp Nou pada jornada 35 La Liga 2011/12.