Bejo Sugiantoro Sempat Beralih Menjadi Sosok Ayah Sewaktu Rachmat Irianto Cidera

Rachmat Irianto menjadi korban pertandingan Bhayangkara FC kontra Persebaya di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Sabtu (31/8/2019). Bek Persebaya itu ditandu keluar pada menit ke-67 setelah mengalami benturan.

Mulanya, pemain yang akrab disapa Rian itu hendak mengambil bola dalam situasi duel udara. Namun, stoper Persebaya, Andri Muliadi, sudah terlebih dahulu berinisiatif melompat. Tabrakan keduanya pun tak terhindarkan.

Kedua pemain itu sempat terkapar di kotak penalti tim sendiri. Andri sempat linglung, namun bisa bangkit. Tetapi, Rian masih tergeletak lemas sampai akhirnya ditandu keluar. Pada menit ke-69, Rian digantikan Mokhamad Syaifuddin.

Pelatih interim Persebaya, Bejo Sugiantoro, sempat khawatir melihat Rian ditandu. Dia terlihat akan berlari menghampiri pemain, yang juga putra kandungnya itu. Tetapi, dia kemudian berusaha profesional dengan menyerahkan urusan itu pada tim medis.

“Alhamdulillah, tidak terjadi hal yang membahayakan. Dia di ruang ganti terlihat tidak ada masalah. Saya sempat terbersit, bukan sebagai pelatihnya, berlari melihat kondisi Rian seperti apa,” kata Bejo.

“Sempat tidak ada informasi yang valid. Saya sempat beralih menjadi sosok sebagai ayah dalam pertandingan tadi. Tapi, Alhamdulillah, tidak terjadi hal yang serius,” imbuh pelatih berusia 42 tahun itu.

Refleks Bejo, yang langsung ingin memastikan kondisi Rian, sangat wajar. Sebab, pemain berusia 19 tahun itu pernah mengalami cedera parah pada musim lalu. Cedera patah tulang telapak kaki itu memaksa Rian absen selama tiga bulan sejak April hingga Juli 2018.

Di pertandingan ini, Rian menempati posisi baru sebagai bek kiri seiring absennya kapten Ruben Sanadi. Syaifuddin yang menggantikannya, mampu menjalankan tugas dengan baik meski juga bukan merupakan bek kiri.

Pengorbanan mereka berakhir manis karena Persebaya berhasil memetik poin penuh dengan mengalahkan Bhayangkara FC 2-0 dalam laga pekan ke-17 Shopee Liga 1 2019 ini.